Pembinaan Mental : Berahlak Dalam Menunaikan Haqqul Adami

Majalengka, 15 Juli 2026 | Setelah Sholat Ashar berjama'ah di Musholla Al Mahkamah rutin telah dilaksanakan Pembinaan Mental yang pada kesempatan hari ini disampaikan oleh Bapak Nurul Hakim, S.Ag., C.Med. yang mana pada momen Pembinaan Mental ini merupakan hari terakhir beliau melaksanakan tugas selaku Sekretaris di Pengadilan Agama Majalengka sebelum di lantik menjadi Sekretaris pada Pengadilan Agama Garut.
Tema Pembinaan Mental yang disampaikan beliau pada kesempatan ini adalah "Berahlak Dalam Menunaikan Haqqul Adami". Dalam Islam, kewajiban kita secara garis besar dibagi menjadi dua. Pertama adalah Haqqullah (Menunaikan Hak Allah), seperti salat, puasa, dan zakat. Kedua adalah Haqqul Adami (Menunaikan Hak Sesama Manusia), yang mencakup urusan kehormatan, harta, hingga perasaan orang lain.
Seringkali, kita sangat takut berdosa kepada Allah, namun kita meremehkan dosa kepada sesama manusia. Kita mengira, setelah menyakiti hati tetangga, memfitnah teman, atau memakan hak orang lain, urusan selesai begitu saja dengan membaca istighfar kepada Alloh ﷻ, padahal konsep Haqqul Adami tidak berjalan seperti itu.
Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan keras dalam sebuah hadis sahih tentang orang yang bangkrut (muflis) di akhirat :
أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟” قَالُوا: “الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ.” فَقَالَ: “إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ.
Yang artinya adalah : “Tahukah kalian siapa yang disebut orang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi dia juga datang dengan membawa dosa karena telah mencela orang ini, menuduh dan memfitnah orang itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang, dan memukul orang lain. Maka, akan diberikan kepada orang-orang yang dizaliminya sebagian dari kebaikannya. Jika kebaikannya sudah habis sebelum seluruh tanggungannya terbayar, maka diambilkan dosa-dosa mereka (yang dizalimi) dan dibebankan kepadanya, lalu ia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim, No. 2581)

Mengapa Haqqul Adami Begitu Berat? karena dosa Haqqul Adami, Allah tidak akan mengampuninya sebelum manusia yang dizalimi memberikan maafnya. Selama orang tersebut belum rida, selama ia masih mengganjal di hati, maka urusan itu akan terus terbawa sampai ke pengadilan akhirat.
Oleh karena itu, ada tiga langkah penting yang harus kita lakukan terkait Haqqul Adami :
1. Jaga Lisan dan Sikap
2. Segera Minta Maaf
3. Selesaikan Urusan Hak material
Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf, serta menjauhkan kita dari perilaku menzalimi hak-hak orang lain.

