banner 2025

Open menu
-->

Pembinaan Mental : Ada Apa di Bulan Safar ?

Kultum 2026 08 18 at 23.02.01

Majalengka, 29 Juli 2026 | Bertempat di Mushollah Al Mahkamah Pengadilan Agama Majalengka setelah sholat Ashar berjama'ah rutin dilaksanakan Pembinaan Mental dalam bentuk ceramah Kuliah Tujuh Menit, yang mana pada kesempatan hari ini disampaikan oleh Y.M. Ketua Pengadilan Agama Majaleng Bapak M. Toyeb, S.Ag., M.H.

Tema yang disampaikan beliau pada Kultum kali adalah terkait Bulan Safar dalam Kalender Bulan Hijriyah. Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah, yang jatuh tepat setelah bulan Muharram. Secara bahasa, kata Safar berarti "kosong".

Kebiasaan masyarakat Arab dahulu pada zaman jahiliyah ketika masuk bulan Safar maka masyarakatnya akan sering pergi meninggalkan rumah mereka untuk berdagang mencari rizki ataupun untuk pergi berperang karena menganggap bahwa bulan Safar adalah "Bulan Sial", bulan datangnya bencana atau kemalangan. Dalam tradisi sebagian masyarakat di Indonesia juga masih sama mengganggap bahwa Bulan Safar adalah Bulan Sial/Kemalangan/Bencana, maka terkenal istilah tradisi Rebo Wekasan atau yang sejenisnya.

Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan bahwa seluruh hari dan bulan dalam kalender Hijriyah adalah hari dan bulan baik semuanya, tidak ada satupun ciptaan Alloh ﷻ yang diciptakan untuk memudhorotkan mahluknya termasuk hari-hari dan bulan-bulan dalam kalender Hijriyah apalagi bulan Safar.

Kultum 2026 08 18 at 23.02.012

Nabi Muhammad ﷺ telah mencontohkan bahkan sebelum diangkat menjadi Rosululloh beliau di Bulan Safar melaksanakan pernikahannya dengan Ibunda Khadijah sebagai bentuk contoh pelajaran kepada ummatnya bahwa bulan Safar adalah bulan baik, bukan bulan sial, bukan bulan datangnya bencana ataupun bulan kemalangan yang diyakini oleh masyarakat Arab pada zaman tersebut.

Contoh lainnya adalah setelah Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi Rosululloh, Nabi menikahkan putrinya yaitu Fatimah dengan Ali Bin Abi Thalib pada bulan Safar, ini menandakan bahwa semua hari dan bulan dalam kalender Hijriyah adalah baik karena segala bentuk takdir, baik keberkahan maupun musibah, murni terjadi atas kehendak Allah ﷻ, bukan karena nama bulannya, selain itu Rosululloh ﷺ mengajarkan bahwa tidak ada yang namanya hari atau bulan sial, karena Hari atau Bulan yang sesungguhnya "sial" bagi seorang hamba Alloh ﷻ adalah hari di mana ia menghabiskan waktunya untuk bermaksiat kepada Allah ﷻ.

Oleh karena itu pada momen bulan Safar hari ini marilah kita semua memperbanyak istigfar dan doa, introspeksi diri (muhasabah), serta memperbanyak ibadah kepada Alloh ﷻ ketimbang melakukan hal yang sia-sia baik di lingkungan Kantor tempat kita bekerja maupun di lingkungan masyarakat tempat tinggal kita. (ASW-Red)

CCTV PA MJL